Apakah Tiga Aspek Cinta Kasih (Metta) itu ?

Jumat, Maret 18th 2016. | Artikel

tiga aspek cinta kasih metta tisarana dot net

Metta Sutta terdiri atas tiga bagian, dimana setiap bagian fokus pada aspek yang berbeda dari metta.
Bagian pertama (baris tiga hingga sepuluh) mencakup aspek yang memerlukan suatu penerapan yang menyeluruh dan sistematis dari cinta kasih dalam kehidupan sehari-hari.
Bagian kedua (baris kesebelas hingga dua puluh) menggambarkan cinta kasih sebagai suatu teknik meditasi atau keadaan pikiran menuju pada samadhi
— kesadaran lebih tinggi yang diperoleh melalui pencerapan.
Dan bagian ketiga (baris kedua puluh satu hingga empat puluh) menggaris-bawahi komitmen penuh terhadap filosofi cinta kasih universal dan perluasan personal, sosial, dan empirisnya – cinta kasih dalam seluruh kegiatan, baik melalui perbuatan badan jasmani, ucapan, maupun pikiran.

Metta telah diidentifikasikan sebagai faktor khusus yang “mematangkan” jasa kebajikan (punna) yang telah ditanam melalui sepuluh cara perbuatan bajik (dasapunnakiriyavatthu), seperti latihan berdana, melaksanakan sila, dan sebagainya. Demikian pula, metta juga mematangkan sepuluh kualitas batin luhur yang dikenal sebagai “kesempurnaan” (paramita).
Oleh karena itu, latihan metta dapat diibaratkan seperti menumbuhkan sebuah pohon besar sejak benih pohon tersebut ditanam hingga pohon tersebut tumbuh besar dengan buah-buahan ranum dan wangi semerbak yang menebar ke sekitarnya, menarik jutaan makhluk untuk datang dan menikmati isinya yang lezat dan bergizi. Penebaran benih dan pertumbuhan pohon tersebut digambarkan dalam bagian pertama Sutta. Pada bagian kedua, pohon tersebut, yang telah tumbuh besar dan kuat, dipenuhi oleh bungabunga yang indah dan wangi, menarik semua mata tertuju padanya.

Sebagai suatu pola tingkah laku, aspek pertama dari metta membuat kehidupan seseorang berkembang seperti sebuah pohon, berfaedah, dermawan, dan agung. Dalam meditasi, metta mempengaruhi perkembangan batin dimana seluruh kehidupan seseorang menjadi sumber kebahagiaan semua makhluk. Bagian ketiga memberikan gambaran matangnya proses perkembangan batin dimana seseorang melaksanakan penerapan cinta kasih batin yang dapat mempengaruhi kondisi masyarakat sebagai satu kesatuan dan mengarahkan seseorang menuju pada pencapaian pembebasan tertinggi.

Pikiran manusia bagaikan sebuah tambang yang menyimpan segudang kekuatan batin dan pemahaman mendalam. Potensi nilai-nilai kebajikan dalam diri dapat melalui latihan metta, sebagaimana dengan jelas digambarkan bahwa metta sebagai “kekuatan pendorong” yang mematangkan nilai-nilai kebajikan lainnya. Dalam Mangala Sutta dikatakan bahwa hanya jika seseorang dipengaruhi suatu hubungan interpersonal positif (bergaul dengan kelompok orang bijak, dan sebagainya) maka seseorang memilih lingkungan yang tepat bagi jasa-jasa kebajikan yang telah ditimbunnya pada masa lampau untuk berbuah pada masa kehidupan sekarang, saat ini. Menemukan matangnya jasa-jasa kebajikan ini sesungguhnya adalah apa yang dihasilkan oleh metta. Menghindari pergaulan yang buruk dan tinggal di lingkungan yang baik saja tidaklah cukup; tetapi pikiran juga harus dipenuhi oleh metta. Demikianlah hasil dari matangnya jasajasa kebajikan masa lalu.
Sumber :

Vidyāsenā Production
Vihāra Vidyāloka

tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Related For Apakah Tiga Aspek Cinta Kasih (Metta) itu ?