0812 1222 4419 ratanavaro@gmail.com

Berdasarkan Permendikbudristek No. 56/M/2022, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah kegiatan kokurikuler berbasis projek yag dirancang guna menguatkan pencapaian kompetensi dan karakter profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan. Projek ini merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka, yang bertujuan untuk menciptakan lulusan siswa-siswa Indonesia yang tergambar sebagai profil Pelajar Pancasila.
Dalam upaya membentuk Profil Pelajar Pancasila, ada enam dimensi yang perlu diperhatikan yaitu 1). beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, 2) mandiri, 3) bergotong royong, 4) berkebhinekaan global, 5) bernalar kritis, dan 6) kreatif. Pada mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti projek ini dilaksanakan dengan mengambil tema tentang Puja Bhakti dengan indikator tujuan pembelajaran yaitu Peserta didik dapat mendemonstrasikan dan menghayati tata cara ibadah aliran agama Buddha yang dianutnya. Dengan indikator tujuan pembelajaran tersebut, guru dapat merancang pelaksanaan projek agar dapat terlaksana dengan baik. Projek ini direncanakan akan dilaksanakan pada jadwal keagiatan keagamaan tahunan di sekolah.
Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan, disebutkan bahwa: Pendidikan agama berfungsi membentuk manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia dan mampu menjaga kedamaian dan kerukunan hubungan inter dan antarumat beragama (Pasal 2 ayat 1). Sedangkan Pendidikan Agama bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik dalam memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai agama yang menyerasikan penguasaannya dalam ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (Pasal 2 ayat 2).
Hakekat Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti adalah Pendidikan yang memberikan pengetahuan dan membentuk sikap, pengetahuan, dan ketrampilan peserta didik dalam mengamalkan ajaran agama Buddha, yang dilaksanakan sekurang-kurangnya melalui mata pelajaran untuk semua jenjang pendidikan. Pendidikan Agama Buddha berada pada rumpun pertama dalam struktur kurikulum di Indonesia, yakni kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Secara umum, kelompok mata pelajaran ini berfungsi mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memperteguh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta berakhlak mulia dan menghormati penganut agama lain.
Fungsi Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti sebagai perekat bangsa di sekolah yaitu Pembinaan perilaku buddhistik dalam kehidupan sehari-hari; Peningkatan keyakinan kepada Tri Ratna yang merefleksikan akhlak peserta didik seoptimal mungkin, yang telah ditanamkan lebih dahulu dalam lingkungan keluarga; Penyesuaian mental buddhisme peserta didik terhadap lingkungan fisik dan sosial; Pembiasaaan pengamalan ajaran dan nilai-nilai agama Buddha dalam kehidupan sehari-hari; Pencegahan peserta didik dari dampak negatif arus globalisasi yang dihadapi sehari-hari; Pembelajaran agama Buddha baik teori maupun praktik; Penyaluran bakat minat peserta didik di bidang keagamaan Buddha.
Tujuan Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti adalah mengembangkan kemampuan peserta didik untuk meningkatkan keyakinan kepada Tri Ratna dan mengantarkan pencapaian pembebasan dari penderitaan. Secara operasional. Pendidikan Agama Buddha bertujuan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dalam memahami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai agama Buddha yang juga mnyerasikan antara ilmu pengetahuan, tekhnologi, dan seni.
Tujuan Pendidikan Agama Buddha di sekolah meliputi: Menumbuhkembangkan karakter Buddhis melalui latihan, pemupukan, pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, dan pembiasaan serta pengalaman peserta didik tentang agama Buddha sehingga menjadi siswa Buddha yang terus berkembang keyakinan, kemoralan, dan kebijaksanaannya; Mewujudkan peserta didik yang taat beragama dan beakhlak mulia, yaitu manusia yang berpengetahuan, taat beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil, etis, disiplin, toleran, menjaga keharmonisan secara personal dan sosial, serta mengembangkan budaya kehidupan beragama Buddha di sekolah; Meningkatkan keyakinan, kemoralan, dan kebijaksanaan dalam diri peserta didik melalui pengenalan, pemahaman, dan penghayatan terhadap kebenaran yang disampaikan Buddha dalam kitab suci Tri Pitaka; Membentuk karakter Buddhis dalam diri peserta didik melalui pembiasaan norma-norma dan aturan-aturan yang buddhistik dalam hubungannya dengan kebenaran mutlak, diri sendiri, sesama, dan lingkungan secara harmonis; Mengembangkan nalar dan sikap moral yang selaras dengan keyakinan yang buddhistik dalam kehidupan sebagai warga masyarakat, warga negara, dan warga dunia.

Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti dengan tema Puja Bhakti, peserta didik diharapkan mampu melaksanakan tugas sebagai Pemimpin Puja Bhakti, Pendamping Pemimpin Puja Bhakti, Pembaca Kitab Suci Dhammapada, Penceramah dan Pemandu Pelaksanaan Dana Paramita serta menjadi Peserta Puja Bhakti. Untuk melaksanakan projek tersebut dibutuhkan kolaborasi dan komunikasi antar peserta didik. Guru hanya menyampaikan point-point penting yang harus dilakukan oleh masing-masing peserta didik sesuai dengan perannya.
Puja Bhakti adalah istilah sembahyang dalam agama Buddha, yakni upacara ritual yang dilakukan sebagai ungkapan keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Buddha, Dhamma dan Sangha (Tri Ratna). Doa yang dibacakan saat Puja Bhakti disebut Parita. Tujuan dari Puja Bhakti adalah memperkuat keyakinan terhadap Tri Ratna, menghormati dan merenungkan sifat luhur Tri Ratna, membina sifat luhur, mengulang dan merenungkan kembali khotbah Buddha serta melimpahkan jasa kebajikan kepada makhluk lain. Manfaat Puja Bhakti adalah keyakinan kepada Tri Ratna bertambah, Sifat luhur berkembang, indera terkendali, menimbulkan perasaan puas denga apa yang dimiliki serta memiliki kebijaksanaan, kebahagiaan dan ketenangan batin.
Dengan projek tersebut, diharapkan peserta didik mampu memiliki jiwa dan karakter yang religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, memiliki semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, dan peduli lingkungan. Dengan demikian, maka profil pelajar Pancasila diharapkan dapat terbentuk dalam diri peserta didik.

Dokumentasi Puja Bhakti di Vihara Eka Dhamma Loka Ngawen, Cluwak Pati Jawa Tengah

 

Tentang Penulis


Rukati, S,Ag.,M.Pd.B., Guru Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti di SD Negeri Ngawen dan SMKN 1 Cluwak, Kec. Cluwak Kab. Pati Jawa Tengah. Sarjana lulusan STAB Nalanda Jakarta pada tahun 2004 dan Magister Pendidikan Agama Buddha program Pasca Sarjana STAB Maha Prajna Jakarta Tahun 2010.