Home » Keluarga » Ajaran Buddha Menganjurkan Poligomi atau Monogami ?

Ajaran Buddha Menganjurkan Poligomi atau Monogami ?

padamutisarana 09 Apr 2016 1.267

pernikahan poligami dan monogami dalam agama buddha

Oleh : Ven. Dr. Sri Dhammananda
Atas pertanyaan apakah seorang umat Buddha dapat memiliki lebih dari satu istri, jawaban yang langsung tidak terdapat dalam ajaran Buddha, karena sepertiyang disebutkan sebelumnya, sang Buddha tidak menetapkan hukum religius apapun berkaitan dengan kehidupan rumah tangga walaupun beliau telah memberikan nasehat berharga tentang bagaimana menjalani kehidupan rumah tangga yang terpuji.
Tradisi, budaya dan cara pandang kehidupan yang diakui oleh sebagian besar masyarakat dalam suatu negara juga harus diperhatikan ketika kita melaksanakan suatu hal yang berkaitan dengan kehidupan kita. Beberapa ajaran agama menyatakan bahwa seorang pria hanya dapat memiliki seorang istri sedangkan yang lain menyatakan bahwa seorang pria dapat memiliki lebih dari satu istri.

 

Walaupun sang Buddha tidak menyebutkan apapun berkaitan dengan jumlah istri yang dapat dimiliki oleh seorang pria, beliau secara jelas menyatakan dalam ajaran-ajarannya bahwa saat seorang pria yang telah menikah pergi ke wanita lainnya yang tidak berada dalam ikatan pernikahan, hal tersebut dapat menjadi sebab bagi keruntuhannya sendiri dan ia akan menghadapi berbagai permasalahan dan rintangan lainnya. Ajaran sang Buddha hanyalah untuk menjelaskan suatu kondisi dan akibat-akibatnya. Orang-orang dapat berpikir sendiri mana yang baik dan mana yang buruk.

 

Sang Buddha tidak menetapkan aturan-aturan tentang jumlah istri yang sepatutnya dimiliki atau tidak dimiliki oleh seorang pria di mana orang terpaksa untuk mengikutinya. Bagaimanapun juga, jika hukum dalam suatu negara menetapkan bahwa pernikahan haruslah monogami, maka hukum tersebut mesti dipatuhi, karena sang Buddha telah menjelaskan bagi pengikut ajarannya untuk menghormati hukum dalam suatu negara, jika hukum tersebut bermanfaat bagi semua orang.

Comments are not available at the moment.

Sorry, the comment form has been disabled on this page/article.
Related post
Hidup Berkesadaran Menuju Hidup Sehat

padamutisarana

08 Nov 2021

Manusia tercipta di dunia ini penuh berkah yang sangat berlimpah. Manusia memiliki struktur badan jasmani yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga keharmonisan segala lingkungan yang manusia tempati. Jika ini terjadi maka kebahagiaan dan kedamaian akan hadir dalam lingkungan. Namun, jika sebaliknya maka manusia itu sendiri akan merasa hidaupnya penuh dengan penderitaan. Salah satu unsur penting menuju …

Menyembuhkan Anak Kecil di Dalam Diri

padamutisarana

07 Des 2017

Mari kita kembali melihat koleksi foto-foto lama, lihatlah foto ketika Anda berusia lima tahun atau delapan tahun. Apakah saat ini, Anda adalah orang yang sama dengan anak kecil tersebut atau Anda berbeda dengan anak kecil tersebut? Pertanyaan ini mungkin sudah pernah kita dengarkan dan tentu saja jawabannya tidak ada yang salah. Ada anak kecil yang …

Realitas Hidup Pernikahan

padamutisarana

04 Apr 2016

Oleh : Ven. K. Sri Dhammananda John J. Robinson dalam bukunya ‘Of Suchness’ memberikan nasehat berikut mengenai cinta, seks dan kehidupan pernikahan. “Waspada dan berhati-hatilah; memang lebih gampang menikah dibandingkan tidak menikah. Jika Anda mendapatkan pasangan yang tepat, sangatlah membahagiakan; tetapi jika tidak, maka Anda hidup dalam neraka yang terus lengket dengan Anda dua puluh …

BAGAIMANA MENATA KELUARGA BUDDHIS YANG HARMONIS ?

padamutisarana

12 Mar 2016

KELUARGA BUDDHIS HARMONIS Kebahagian dan keharmonisan dalam kehidupan keluarga adalah sasaran yang dicari-cari dan didambakan oleh setiap keluarga. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa dambaan tersebut hanya dapat dicapai oleh sebagian kecil dari kehidupan keluarga. Ada yang beranggapan bahwa memiliki kekayaan berlimpah, keharmonisan dan kebahagiaan keluarga dapat ditemukan. Ada yang beranggapan, dengan cinta, tidak ada yang …

Pendidikan Keluarga Buddhis

padamutisarana

24 Feb 2016

Pendidikan Para ahli menjelaskan pengertian pendidikan dengan bermacam-macam cara sesuai dengan kapasitas pemahamannya masing-masing. Dalam GBHN tahun 1988, pendidikan diberi batasan pengertian sebagai proses budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia. Secara umum pendidikan terbagi menjadi dua jenis, yaitu pendidikan formal dan pendidikan non formal. Pendidikan formal adalah pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah yang kemudian …

Faktor Masalah dan Solusi yang sering terjadi pada Keluarga

padamutisarana

30 Nov 2015

ANALISIS PERMASALAHAN KELUARGA DALAM HA KOMUNIKASI DENGAN KELUARGA 1. Merasa tersinggung dan merasa tidak dipandang oleh mertua dan adik ipar Solusi : Bersyukur dan merefleksikan diri 2. Kerap kali terlibat dalam perdebatan Solusi : Mengiyakan setiap perkataan mertua dan adik ipar 3. Tanggapan yang biasa dari suami Solusi : Menunjukkan bahwa anda dapat diandalkan dan  Bicarakan dan ungkapkan kepada suami …

Premium Wordpress Themes
x
x