Memahami Perbedaan dalam Kebersamaan

Sabtu, Juni 10th 2017. | Ceramah

Oleh: Bhikkhu Thitavamso Thera.

Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammasambuddhassa

Telah kita ketahui bersama bahwa didunia ini banyak ketidaksamaan. Ber­beda bangsa dan negara, berbeda tradisi, suku, ras dan agama, begitu juga dinegara kita tercinta ini, berbagai tradisi, suku, ras dan agama mengalami banyak perbedaan. Jika kita tidak memahami dan menerima perbedaan ini maka berbagai perma­sala­han akan muncul dalam pergaulan, oleh karena itu ketika menyadari bahwa di­dunia ini banyaknya perbedaan maka hen­daknya kita harus menyadari agar selalu damai didalam kebersamaan.

Oleh karena itu agar selalu berbahagia didalam kebersamaan dilingkungan yang berbeda-beda maka dari itu kita hendak­nya memahami diri kita terlebih dahulu de­ngan cara mempraktekkan ajaran-aja­ran kebaikkan didalam kehidupan sehari-hari sesuai yang diajarkan Agama keper­cayaan masing-masing. Sesuai yang disarankan oleh pahlawan kita yang ter­tuang didalam bagian lagu Indonesia raya dimana disitu telah dikatakan “Bangun lah jiwamu bangun lah badanmu”disitu telah disarankan dengan membangun jiwa kita terlebih dahulu, dengan cara mem­prak­tekan nilai-nilai kebenaran itu sendiri didalam kehidupan sehari-hari maka de­ngan demikian kebahagian akan terjalin walapun perbedaan itu ada dimasyarakat kita.

Dimana Buddha sendiri juga telah menjelaskan bagaimana kedamaian itu akan tetap terjaga walapun dilingkungan yang berbeda-beda. Didalam Atthaloka Dhamma A.N VIII.2. Telah dijelaskan; di­dalam kehidupan manusia yang masih terbelenggu oleh keserakahan, kebencian, dan kegelapan batin. Maka seseorang tersebut terdapat delapan kondisi yaitu “Untung dan rugi, kesuksesan dan kega­ga­lan, dipuji dan dicela, bahagia dan de­rita”. Pikiran akan selalu terombang am­bing oleh delapan kondisi ini sehingga per­bedaan akan sangat kuat, penyebab da­ri ketidak damainya diri sendiri. Bahagia dan derita akan silih berganti, akar dari pen­deritaan adalah karena keinginan yang tidak terpuaskan, semua orang meng­­harapkan hal yang baik sesuai ke­inginannya tanpa ada perbedaan. Dan me­nolak hal yang tidak menyenangkan, apa­lagi didalam perbedaan yang tidak me­nye­nangkan. Tetapi kenyataan dikehidu­pan duniawi ini tidaklah pasti “anicca”. Dengan memahami “anicca” maka batin akan menjadi lebih tenang dan seimbang sekalipun orang lain membencinya karena kita tau bagi yang telah memahami itu pun akan berakhir.

Sesuai apa yang telah uraikan oleh bud­dha didalam syair dhammapada ya­ma­ka vagga V. “Na hi verenaverani, sam­mantidhakudacanam, averenacasam­manti, esa dhammosanatano. Kebencian tidak akan dapat dipadamkan dengan kebencian, hanya sikap tidak membenci yang dapat mengakhirinya, inilah hukum yang abadi”. Dengan demikian, walaupun kita berbeda agama, tradisi, suku dan ras dinegara tercinta kita ini maka kita akan tetap damai tenang dan bahagia didalam kebersamaan.

Sabbe sattabhavantu sukhitatta, semo­ga semua makhluk berbahagia.

Sadhu Sadhu Sadhu

 

 

Sumber : http://harian.analisadaily.com/mimbar-agama-buddha/news/memahami-perbedaan-dalam-kebersamaan/358614/2017/06/08

 

 

Incoming search terms:

  • hidup dalam kebersamaan
  • lagu semua mengharapkan perbedaan
  • untung rugi dalam kebersamaan
tags: , , , , , , , ,

Related For Memahami Perbedaan dalam Kebersamaan