Perintah Dokter oleh Ven Ajahn Brahm.

Rabu, Maret 8th 2017. | Agenda, Artikel, Berita

Perintah dokter leh ajahn bram
Salah satu umat saya bercerita kepada saya bahwa sejak lama ia memutuskan untuk menjalani Lima Sila Disiplin Moral, termasuk tidak mengkonsumsi alkohol. Ia mendapat banyak kesulitan pada awalnya, sebab ketika ia pergi ke pesta, seseorang akan menawarinya segelas alkohol. Ia berkata:”Tidak, saya tidak bisa minum lagi.” “Mengapa?” Ia menjawab, “Karena saya Buddhis.

“Ah! Jadi kamu sudah Buddhis toh? Kami tahulah soal Buddhisme. Intinya melepaskan kan? Nah, ayolah segelas saja, lepaskanlah ! Ayo kita minum !”

Ingat, Anda harus melepas dengan cara yang benar, bukan dengan cara melepas yang salah. Itulah sesungguhnya yang ia alami, sehingga ia mengalami kesulitan disitu.

Saat berikutnya kami bertemu lagi, ia mengatakan bahwa ia sudah memecahkan masalahnya, sebab katanya sebagai seorang Buddhis kita harus punya inovatif sendiri. Kita tidak hanya sekedar mengikuti apa pun yang ditulis dalam buku, seperti robot, seperti orang yang sudah tercuci otaknya, namun kita harus berpikir sendiri cara yang terbaik. Itulah pokok penting dalam ajaran Buddha, bahwa kita seharusnya berpikir sendiri.

Ia mendapat solusinya seperti ini. Saat salah seorang rekannya di pesta menawarinya minuman keras, “Ayo kita minum !” Ia mengatakan, “Saya tidak boleh minum alkohol.” “Mengapa tidak?” Ia bilang, “Saya tak bisa minum karena ini perintah dari dokter.” Oh, oke kalau begitu, baiklah.” Kata rekannya. Di Australia, orang-orang sangat menghormati kata dokter, seperti halnya mereka memuja pemain kriket dan Oprah Winfrey.

Saat ia menemui saya dan menceritakan hal ini, saya bilang, “Tunggu dulu, Anda menjaga salah satu aturan Moral dengan cara melanggar aturan Moral yang lainnya. Anda telah berdusta, Anda kan sebenarnya segar bugar, saya tahu Anda itu sangat sehat.”

Namun dia berinovatif, ia bilang, “Saya tidak melanggar aturan Moral, saya tidak berdusta.” Ia menjelaskan — dan ini memang benar, Buddha sering membandingkan diri-Nya sebagai dokter, “Saya adalah dokter yang menyembuhkan derita batin.”

“Jadi Buddha adalah dokter. Saya tidak bohong sama sekali. Ini perintah dari dokter Buddha.”

tags: , , ,

Related For Perintah Dokter oleh Ven Ajahn Brahm.