Menggaungkan (Kembali) Syair Dhammapada yang Menginspirasi

Sabtu, Mei 5th 2018. | Berita, Daerah

oleh: Dwi Purnomo dan Rendy Arifin

 

Mengawali bulan Mei 2018, mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Sriwijaya Tangerang mengadakan kegiatan one day reading Dhammapada atau sehari membaca Dhammapada. Kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa semester 6 ini dilakukan di lobi kampus STABN Sriwijaya Tangerang dan diikuti oleh 25 mahasiswa. Kegiatan One day reading Dhammapada ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas mahasiswa dalam hal membaca Dhammapada. Dengan membaca ini pula, diharapkan mahasiswa dapat memahami intisari dari Dhammapada tersebut dan dapat menerapkannya dalam berbagai sendi kehidupan.

Dhammapada itu sendiri merupakan salah satu bagian dari kitab suci Agama Buddha yang terdapat dalam Khuddaka Nikāya, Sutta Pitaka. Berisikan syair-syair indah kehidupan, Dhammapada terdiri dari 26 vagga (bab) yang dikemas dalam sebuah buku. Bab-bab tersebut diantaranya: Yamaka Vagga (Syair Berpasangan), Appamada Vagga (Kewaspadaan), Citta Vagga (Pikiran), Puppha Vagga (Bunga-bunga), Bala Vagga (Orang Bodoh), Pandita Vagga (Orang Bijaksana), Arahanta Vagga (Arahat), Sahassa Vagga (Ribuan), Papa Vagga (Kejahatan), Danda Vagga (Hukuman), Jara Vagga (Usia Tua), Atta Vagga (Diri Sendiri), Loka Vagga (Dunia), Buddha Vagga (Buddha), Sukha Vagga (Kebahagiaan), Piya Vagga (Kecintaan), Kodha Vagga (Kemarahan), Mala Vagga (Noda-Noda), Dhammattha Vagga (Orang Adil), Magga Vagga (Jalan), Pakinnaka Vagga (Bunga Rampai), Niraya Vagga (Neraka), Naga Vagga (Gajah), Tanha Vagga (Nafsu Keinginan),  Bhikkhu Vagga (Bhikkhu), Brahmana Vagga (Brahmana).

Dalam pembacaan Dhammapada ini, mahasiswa dibagi menjadi dua kelompok yang diatur bergantian untuk membaca setiap syair pali dengan arti Bahasa Indonesia-nya. Bhikkhu Ratanajayo dan Bhikkhu Pabhajayo turut hadir dan membimbing para mahasiswa selama kegiatan berlangsung. Tak sedikit komentar dan masukan disampaikan oleh mereka, khususnya dalam hal tanda baca, tinggi rendah suara, kekompakkan dan alunan Magadha yang sesuai. Mahasiswa pun diminta untuk mengulang setiap ada pembacaan syair Dhammapada yang kurang tepat.

Pembacaan Dhammapada ini juga merupakan bagian dari Pariyatti Dhamma (mempelajari Dhamma), yang hakikatnya harus dilakukan oleh seorang mahasiswa, apalagi sebagai mahasiswa jurusan Dharma Acariya dan Dharma Duta. Terlepas dari itu, syair Dhammapada ini perlu dibacakan dan menyatu dalam kegiatan rohani umat Buddha, karena berisikan berbagai macam nasihat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti syair Dhammapada berikut:

Bab VI Pandita Vagga (Orang Bijaksana):

(84) Seseorang yang arif, tidak berbuat jahat demi kepentingannya sendiri atau pun orang lain, demikian pula ia tidak menginginkan anak, kekayaan, pangkat atau keberhasilan dengan cara yang tidak benar. Orang seperti itulah yang sebenarnya luhur, bijaksana, dan berbudi.

 

Kegiatan ini disambut positif oleh bhikkhu Sangha dan para dosen STABN Sriwijaya Tangerang, yang mana merupakan salah satu bagian dari pelestarian Dhamma, terlebih syair-syair Dhammapada belakangan ini hanya terdengar pada saat event-event tertentu, seperti hari raya agama Buddha dan perlombaan. Diharapkan syair-syair Dhammapada ini dapat kembali terdengar di vihara-cetiya seluruh Indonesia dengan menjadi bagian dari kegiatan rohani rutin umat Buddha.

tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Related For Menggaungkan (Kembali) Syair Dhammapada yang Menginspirasi