Makan Dengan Bijaksana. Oleh YM. BHante Sri Pannavaro Mahathera.

Minggu, Maret 19th 2017. | Artikel, Berita, Ceramah

makan dengan bijaksana oleh YM. Pannavaro mahathera

Makan Dengan Bijaksana.
Oleh YM. BHante Sri Pannavaro Mahathera.

Matt aññutā ca bhattasmim, pantañca sayanāsanam – makan dengan bijaksana, tidak berlebihan serta memiliki tempat tinggal dan pergaulan yang sesuai. Dahulu, mungkin Saudara berpikir bahwa masalah ini adalah masalah kecil—masalah makanan dan pergaulan, tetapi sekarang apakah Saudara mengatakan masalah ini masalah kecil? Setiap hari kita disuguhi berita, anak-anak kita, saudara-saudara kita yang keracunan, yang ‘shabu-shabu’, yang ganja, yang narkotik, dan sebagainya. Itu adalah persoalan makanan, makanan yang menghancurkan manusia. Hal ini bukanlah hal yang sepele. Pergaulan menghancurkan moral. Hal ini bukanlah hal yang sepele.

Kalau seseorang sudah kecanduan makanan-makanan yang beracun, suatu saat dengan segala macam usaha dan dibantu orang banyak dia bisa berhenti , tetapi kadang-kadang memang amat susah. Kalau orang ini kelak menghadapi masalah, menghadapi persoalan dan dia menjadi stress, maka dia akan teringat racun-racun yang dahulu pernah dimakannya, yang katanya bisa membawa orang ke alam surga, lalu dia kembali menjadi ketagihan.

Memperhatikan makanan, memperhatikan pergaulan dan tempat tinggal adalah instruksi, amanat yang diberikan oleh Sang Buddha sendiri pada waktu memberikan amanat di depan 1250 Arahat. Peringatan keras sesungguhnya, dari Sang Buddha: berhati -hatilah pada makanan, waspadalah pada pergaulan dan tempat ti nggal! Sekarang penyakit-penyakit muncul, para dokter mengatakan ‘makanan’. Ada peribahasa yang mengatakan, “Mulut kita tidak besar, hanya selebar daun; tetapi penyakit masuk melalui mulut dan kejahatan ke luar melalui mulut.”

Ucapan kita menciptakan kejahatan, makanan kita mendatangkan penyakit. Makanlah sederhana. Apakah Saudara-saudara umat Buddha sudah pernah mencoba Atthasila (delapan sila)? Pada hari-hari purnama, sebulan dua kali, syukur empat kali, cobalah berlatih mengendalikan diri, mengendalikan makanan. Membuat persiapan untuk kemajuan kualitas spiritualitas kita dengan melakukan latihan Atthasila pada hari-hari tertentu. Saya pernah mengatakan kalau saudara-saudara kami yang Muslim, setahun sekali berpuasa 29 – 30 hari, kalau umat Buddha menjalani Atthasila sebulan dua kali, setahun barulah dua puluh empat kali, masih kalah dengan mereka yang beragama Islam. Apakah umat Buddha tidak malu? Apalagi Sang Buddha memberi keringanan, puasa Buddhis itu boleh kredit, tidak usah kontan keras sebulan penuh; sebulan hanya dua kali, tetapi kredit itu juga kadang-kadang tidak dibayar.

 

Sumber : https://www.facebook.com/744210529044598/photos/a.744215425710775.1073741828.744210529044598/1076716749127306/?type=3&theater

Incoming search terms:

  • ceramah bante bijaksana
tags: , , , , , , , , ,

Related For Makan Dengan Bijaksana. Oleh YM. BHante Sri Pannavaro Mahathera.