Dusun Thekelan sebagai penerapan Bhinneka Tunggal Ika Zaman Now

Sabtu, Desember 30th 2017. | Berita, Daerah

Spanduk Ucapan Natal dari Umat Buddha sebagai lambang Toleransi Kehidupan Beragama

Dusun Thekelan, Getasan Kabupaten Semarang-22 Desember 2017

Keberagaman kadang kala membuat banyak permasalahan semakin rumit, baik itu saling tidak menghargai, saling tidak menghormati sesama orang lain dan lainnya. Namun tidak terjadi di Dusun Thekelan Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang ini, disana terlihat kehidupan masyarakat yang sangat harmonis, damai, toleransi beragama terjaga dan hidup bahagia walaupun berbeda-beda namun tetap satu dan kompak. Tumbuh kembang perbedaan seperti agama adalah hal yang wajar. Salah satu tokoh dari Agama Buddha adalah Bapak Citro, beliau adalah ketua Vihara Buddha Bhumika, mengatakan:

” Di dusun Thekelan ini saat ini berkembang 4 agama yaitu Islam, Kristen, Katholik dan Buddha, kita hidup berdampingan dengan harmonis walaupun kami berbeda agama. Toleransi sangat terjaga dengan baik. Bahkan dalam setiap Perayaan Hari Besar Agama kita semua saling mengucapkan selamat dan datang berkunjung ke rumah-rumah dengan penuh kasih sayang.”

Dusun Thekelan ini merupakan dusun yang unik, disamping kaya akan Nilai Bhinneka Tunggal Ika di sini juga kaya akan Budaya yang terus di lestarikan oleh masyarakat Thekelan. Salah satunya adalah Syukuran Dusun yang jatuh pada Hari Rabu Pahing di Bulan Sapar (kalender Jawa). Pada tanggal itulah akan ada acara Merti Dusun dan harus ada acara Wayang Kulit. Setiap acara ini sangat ramai dan penuh nilai luhur budaya bangsa. Bapak Citro mengatakan pernah suatu waktu Wayang Kulit diganti menjadi Layar Tancap dengan pemutaran film yang ditonton warga, namun setelah itu terjadi kejadian yang merugikan masyarakat seperti datang penyakit yang tidak ada sebabnya, terjadi kematian masal sehari bisa 3-4 orang. Akhirnya sampai sekarang pertunjukan wayang kulit tetap ada dan lestari di dusun Thekelan.


Salah satu fasilitas pendidikan Sekolah Dasar Kristen

Pendidikan warga Dusun Thekelan juga bervariasi, disana telah hadir sekolah TK Buddhis, dan SD Kristen, namun jika ingin melanjutkan SMP, SMA dan Perguruan Tinggi warga Thekelan harus belajar di luar dusun, karena memang didusun ini hanya ada 2 jenjang pendidikan yaitu TK dan SD.

Kemudian sedikit penjelasan dari Bapak Citro mengenai sejarah Umat Buddha hadir di Dusun Thekelan bermula pada tahun 70-an. Sebagai penggagas berkembangnya Agama Buddha di dusun Thekelan adalah Bapak Alm. Karto Taruno. Beliau adalah tokoh umat Buddha pertama di dusun ini yang kemudian menyiapkan rumahnya sebagai tempat Puja Bhakti hingga tahun 1984. Setelah umat Buddha berkembang banyak akhirnya bapak Karto Taruno menghibahkan tanahnya untuk dijadikan Vihara. Pada waktu itu langsung dibina oleh YM. Bhikkhu Khemasarano, Mahathera dan diberi nama Vihara Buddha Bhumika. Setelah berjalannya waktu umat Buddha semakin banyak sehingga vihara tidak menampung lagi dan akhirnya dilakukan pemugaran pada tahun 2005 oleh YM. Bhikkhu Cattamano, Thera dan diresmikan oleh Ketua Sangha Theravada Indonesia pada waktu itu yaitu YM. Bhikkhu Dhammasubho, Mahathera.

Bertemu dengan keluarga Bapak Citro salah satu tokoh masyarakat Buddha di dusun Thekelan bertepatan dengan acara LIVE IN VI Ehipassiko School BSD Kota Tangerang Selatan Banten

Kegitan Pindapatha bersama Warga Buddhis di dusun Thekelan hadir disana YM. Bhikkhu Khemadhiro

Demikian kehidupan toleransi beragama yang terjadi di dusun Thekelan, yang patut kita kunjungi dan contoh agar kehidupan yang mengedepankan nilai-nilai budaya Indonesia yang sangat arif dapat tertanam disetiap insan. Semoga Kehidupan Toleransi di dusun Thekelan tetap terjaga sehingga dapat menyebarkan berita baik dan bermanfaat bagi kita semua.

Semoga Semua Makhluk Berbahagia…

Sadhu…

by Tisarana.Net

tags: , , ,

Related For Dusun Thekelan sebagai penerapan Bhinneka Tunggal Ika Zaman Now