Dalai Lama : Sang Buddha adalah seorang Guru, Filsuf, dan Ilmuwan

110

Agama Buddha hadir di dunia memiliki tujuan untuk membebaskan semua makhluk dari penderitaan dan menuju pada kebahagiaan sejati. Agama Buddha diajarkan oleh Pangeran Sidharta dari India yang diawali dari melihat banyak orang yang menderita dari usia tua, sakit, dan mati. Ketika melihat penderitaan itulah Pangeran Sidharta akhirnya memutuskan untuk mencari obat dari penderitaan dengan menjadi seorang pertapa.

Perjuangan menjadi pertapa yang dipenuhi dengan gangguan dan godaan sangat dasyat akhirnya menemui jalan terang dan beliau menemukan obat tersebut yang dikenal dengan Magga (jalan menuju kebahagiaan). Kemudian Pangeran Sidharta memiliki gelar sebagai Buddha yang artinya Seorang yang telah mencapai penerangan sempurna. Setelah itu Beliau mengajarkan Ajarannya selama 45 tahun baik kepada manusia maupun kepada para dewa. Ajaran-Nya hingga kini terus dipraktekkan oleh sebagian dari umat manusia di dunia. 

Ajaran Buddha menitik beratkan pada usaha yang harus dilakukan oleh muridnya, dan Buddha hanya sebatas menunjukkan jalan dan membimbing, dan yang dapat menyelamatkan diri seseorang adalah diri seseorang itu sendiri.

Dalai Lama mengatakan bahkan Sang Buddha sendiri menegaskan kepada pengikutnya untuk menerima ajarannya hanya setelah melakukan penyelidikan dan percobaan dengan seksama dan bukan hanya mengikuti dengan keyakinan saja.


Pemimpin spiritual Tibet ini mengatakan bahwa agama Buddha tidak sepenuhnya merupakan agama semata melainkan lebih seperti ilmu pikiran karena ia menawarkan ruang untuk penalaran dan logika.

“Karena pendekatan ilmiah Sang Buddha terhadap agama, ia dapat disebut sebagai seorang guru, filsuf dan ilmuwan,” katanya.

Ia memuji Buddha sebagai ilmuwan India kuno yang memiliki pemikiran ilmiah yang Sang Buddha kembangkan 2.500 tahun yang lalu.

Inilah hal yang menjadi pedoman umat Buddha untuk menjadi orang yang kritis dan tidak mudah terpengaruh dengan desas desus yang terjadi, sebagai murid Sang Buddha jika ada desas desus yang berkembang dalam masyarakat sebaiknya harus diteliti dahulu secara mendalam dan bijaksana, setelah itu baru mengambil keputusan untuk bertindak.

 

Sumber :

(File Photo: IANS)

Statesman News Service | Shimla | 
https://www.thestatesman.com/cities/shimla/buddhism-science-mind-religious-faith-dalai-lama-1502799519.html




Tinggalkan Balasan

WhatsApp WhatsApp us