Berbohong! Apa saja akibatnya?

Jumat, Desember 15th 2017. | Berita

Sila Keempat: Menghindarkan Diri dari Ucapan Tidak Benar

Seorang umat awam hendaknya menghindari perkataan yang tidak benar dan selalu mengucapkan kata-kata yang lembut. Sehingga, di dalam hidup bermasyarakat akan tercipta suasana yang tenang, karena tidak ada kebohongan di antara satu sama lain.

Yang harus dihindari dari sila ke empat adalah:

– Berbohong,
– Menipu,
– Manipulatif
– Memfitnah,
– Omong kosong,
– Gosip
– Pembicaraan yang tidak berguna bagi perkembangan batin
– Mengadudomba,
– Menuduh dan sejenisnya
Faktor terjadinya berbohong adalah:

– Adanya suatu ketidakbenaran,
– Mengetahui bahwa hal itu sebagai ketidakbenaran,
– Mempunyai niat untuk menyesatkan,
– Berusaha untuk menyesatkan,
(lewat kata-kata/ tulisan/bahasa tubuh)
-Penerima mengerti.

Akibat berbohong:

– Mempunyai gigi yang tidak rapi,
– Memiliki nafas yang bau,
– Memiliki penampilan yang tidak menarik
– Memiliki penglihatan dan pendengaran yang buruk,
– Memiliki pikiran yang lamban,
– Tidak memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain,
– Memiliki banyak ketidak-beruntungan pada kehidupan-kehidupan berikutnya,
– Menjadi sasaran pembicaraan orang lain,
– Tidak dipercaya ucapannya,
Sering dituduh yang bukan-bukan,
– Akan kehilangan sahabat tanpa sebab yang berarti,
– Bagian dari jasmani tidak berfungsi dengan baik,
– Memiliki suara yang tidak enak didengar.

Buddha mengajarkan bahwa “seseorang seharusnya hanya mengucapkan ucapan yang menyenangkan, ucapan yang disambut dengan gembira. Ketika diucapkan tidak membawa keburukan, apa yang diucapkan adalah menyenangkan bagi orang lain”
(Samyutta Nikaya, 2010:287).

Dalam kehidupan sehari-hari hendaknya kita hanya berbicara hal-hal dengan benar dan bermanfaat. Perkataan yang mengandung makna dan bermanfaat. Sehingga dapat membawa kebahagiaan bagi yang mendengarnya.

Dalam Kakacupama Sutta Majjhima Nikaya 21, Buddha mengatakan bahwa, ucapan benar dapat terjadi apabila terdapat lima syarat sebagai berikut:

– Ucapan itu tepat pada waktunya
– Ucapan itu sesuai kebenaran
– Ucapan itu lembut
– Ucapan itu bermanfaat
– Ucapan itu penuh cinta kasih.

Penjelasan di atas merupakan syarat dari ucapan benar. Sebagai seorang umat Buddha sebaiknya melakukan lima syarat di atas.

Ucapan benar akan menimbulkan kebijaksanaan, menciptakan perdamaian dan menghilangkan perpecahan.

Sedangkan ucapan yang tidak benar akan menimbulkan kamma buruk bagi pelakunya.

Di antaranya, tidak dipercayai oleh orang lain, dan menderita karena dia telah mengucapkan perkataan yang tidak benar.

Untuk itu hindarilah ucapan berbohong dan selalu mengucapkan kata-kata yang benar dan bermanfaat.

Janganlah meremehkan kejahatan,
“Itu tidak akan datang (kembali) padaku”
Tetesan air, mampu memenuhi bahkan tempayan,
Sang bodoh memenuhi dirinya dengan kejahatan,
Bahkan walau dengan mengumpulkannya sedikit demi sedikit.

(Dhammapada 121)

Sabba Danam Dhammadanam Jinati:

Dari segala macam pemberian, pemberian melalui Dhamma adalah yang tertinggi mengungguli semua pemberian lainnya

Mereka yang mengajarkan jalan ke surga dan Nibbana
Suatu hari nanti akan mencapainya

__________
Semoga anda mencapai kebahagiaan Nibbana
Forwad BroadCast Dhamma ini kesemua teman Buddhist anda melalui FB, Wa, etc
Karena persembahan Dhamma adalah persembahan tertinggi.
Persembahan Dhamma akan berbuah kebijaksanaan bagi pemberi dan penerima

Bagi yang ingin mendapat Broadcast Dhamma
Ketik dan kirim nama anda ke whatsapp +6287883394674
Saya : Bhikkhu Assaji

 

Sumber gambar : http://tipscaras.blogspot.co.id/2017/04/ciri-ciri-orang-yang-sedang-berbohong.html

tags: , , , , ,

Related For Berbohong! Apa saja akibatnya?