4 Point Penting Kesepakatan Seminar Sehari Tentang Prospek Pendidikan Keagamaan Buddha

Senin, Juni 12th 2017. | Artikel, Berita, Nasional

Jurnalistik : Roch Aksiadi

PMd. Andrianto, S.Ag., M.Pd.B. (MAGABUDHI) membacakan Kitab Suci Dhammapada
dalam acara Pembukaan Seminar Sehari Tentang Prospek Pendidikan Keagamaan Buddha

 

Minggu, 11 Juni 2017 bertempat di AOne Hotel Jakarta, Kementrian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha mengadakan Seminar Sehari Tentang Prospek Pendidikan Keagamaan Buddha.  Dalam seminar ini di hadiri oleh 100 peserta dari berbagai elemen Buddhis diantaranya Majelis keagamaan Buddha, Institusi Pendidikan Buddhis, Organisasi Keagamaan Buddha, Vihara, dll. Pemberi materi terdiri dari 3 Pembicara yaitu :
1. Bapak Prof. Dr. Faisal Gosali dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
2. Bapak Iman Syaukani dari Biro Hukum
3. Bapak Drs. Supriyadi, M.Pd. dari Direktur Urusan dan Pendidikan Buddha Kementrian Agama Republik Indonesia

“Marilah kita curahkan pemikiran kita dalam menyelenggarakan Pendidikan Keagamaan Buddha agar lebih baik lagi” tegas Bapak Drs. Supriyadi, M.Pd. ketika dalam sambutan dan pembukaan acara secara resmi.

Materi 1 yang disampaikan oleh Bapak Prof. Dr. Faisal Gosali dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dengan tema  Penguatan dan Sinergitas Terkait Penyelenggaraan Pendidikan Keagamaan Buddha. Beliau membahas tentang Sumber Hukum dari Kurikulum dan Mekanisme penyusunan Kurikulum. Materi yang disampaikan sangat bermanfaat bagi semuanya terutama para praktisi pendidikan Buddhis, sehingga mereka mengerti dengan  jelas tata cara  menyusun sebuah kurikulum untuk lembaga pendidikan.

Materi 2 yang disampaikan oleh Bapak Iman Syaukani dari Biro Hukum dengan tema Eksistensi Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 39 Tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Buddha. Beliau menjelaskan bahwa pendidikan keagamaan ada tiga macam yaitu Informal, Non Formal, dan Formal. Sebaiknya lembaga pendidikan dalam membangun pendidikannya melalui 3 tahap yaitu informal, Non Formal, dan Formal. Beliau juga menjelaskan  adanya Inkonsistensi dari peraturan yang mengatur Pendidikan Keagamaan Buddha, maka dari itu sebaiknya diadakan usulan revisi peraturan yang masih tergolong Inkonsistensi. Beliau sungguh sangat mencerahkan bagi umat Buddha dalam melangkah menuju tertib hukum.

Materi 3 disampaikan oleh Bapak Drs. Supriyadi,MPd. selaku Direktur Urusan dan Pendidikan Kementrian Agama Republik Indonesia. Beliau memberikan arahan tentang program-program yang akan diimplementasikan oleh Direktorat Bimbingan Masyarakat Buddha. “Kita harus menciptakan Fondasi yang Kuat dalam membangun Pendidikan Keagamaan Buddha di Indonesia” tegas Bapak Drs. Supriyadi,MPd. Direktorat Jenderal Buddha sekarang juga sedang menggodok sistem informasi Sekolah Minggu, yang nantinya semua birokrasinya akan lebih diperpendek dan menggunakan sistem online. Hal ini tentunya akan memudahkan dalam memetakan seluruh sekolah minggu Buddha yang berkembang di Indonesia. Diperkirakan ada sekitar 1.500 an lebih sekolah minggu yang ada di Indonesia, namun yang tercatat sekarang baru sekitar 400 an saja. Hal ini akan menjadi prioritas program dari Direktorat Jenderal Buddha salah satunya dengan menggunakan sistem online , dan nantinya sekolah minggu akan mendapat Nomor Standar Sekolah (NSS).

Ini merupakan kabar baik yang dapat memudahkan sekolah minggu untuk dapat berkolaborasi antar sekolah minggu di Indonesia. Hal ini tentunya akan menumbuhkan persatuan dan kesatuan Sekolah Minggu Buddha sehingga umat Buddha semakin kuat dan terbangun kepercayaan dirinya sehingga mereka akan dapat mencipkan karya-karya baru yang dapat mengisi kemajuan Bangsa Indonesia. Sadhu.

Semoga Bapak Drs. Supriyadi,MPd. dan seluruh jajarannya walaupun kelihatannya ada beberapa orang memandang agak sedikit  diam namun ternyata dibalik itu semua Tim Beliau luar biasa dalam merencanakan segala hal demi kemajuan umat Buddha di Indonesia.

Kita sebagai umat Buddha tentunya harus bersyukur dan berterima kasih atas apa yang sudah Pemerintah Indonesia berikan segala fasilitas untuk umat Buddha. Semoga Indonesia tetap jaya dan selalu terbangun Persatuan dan Kesatuan dengan Semangat Pancasila.

Setelah selesai pemaparan materi oleh ketiga Nara Sumber dilanjutkan sesi tanya jawab. Dalam sesi ini sungguh sangat luar biasa antausias dari para peserta, mereka menanyakan berbagai kendala yang dialami umat Buddha dalam hal penyelenggaraan Kependidikan Buddha. Namun dengan sabar dan bijaksana serta  profesional semua pertanyaan dapat dijawab dengan sempurna, dan semua peserta merasa puas dan bahagia.

Kemudian setelah selesai tanya jawab ditetapkanlah  4 Kesepakatan Hasil Seminar Sehari Tentang Prospek Pendidikan Keagamaan Buddha yaitu :

  1. Melakukan usulan revisi PP No.55 tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan
  2. Melakukan penyesuaian PMA No.39 tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Buddha setelah ada revisi PP No.55 tahun 2007
  3. Membentuk Tim Kerja Usulan revisi PP No. 55 tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan
  4. Nava Dhammaseka tetap berjalan dan dilanjutkan


Acara Diskusi dalam Seminar Sehari Tentang Prospek Pendidikan Keagamaan Buddha dan berjalan sangat interaktif

Itulah beberapa point penting dalam Seminar Sehari Tentang Prospek Pendidikan Keagamaan Buddha, Semoga nantinya dapat membuahkan hasil yang maksimal agar pendidikan Keagamaan Buddha di Indonesia dapat tumbuh dengan baik dan tidak bertentangan dangan Perundang-undangan yang berlaku. Semoga Umat Buddha di Indonesia selalu dapat menciptakan Karya-Karya yang baik tentunya jika disokong dari pendidikan yang baik pula.

Dalam Hal Pendidikan  Sang Buddha juga pernah bersabda :
Berpengetahuan Luas,

Berketerampilan,

Terlatih Baik dalam Tata Susila, dan

Bertutur Kata dengan Baik,

Itulah Berkah Utama

(Manggala Sutta)

Sabbe satta bhavantu sukhitatta, Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia.

Sadhu… Sadhu… Sadhu…

 

 

tags: , , , , , , , , , ,

Related For 4 Point Penting Kesepakatan Seminar Sehari Tentang Prospek Pendidikan Keagamaan Buddha