SELALU  MERASA BAIK SEHINGGA  LUPA BERBUAT BAIK

Sabtu, Maret 26th 2016. | Artikel

selalu berbuat baik dan jangan lupakan kebajikan itu tisaranadotnet

Oleh : Upacarika  Oscar Niora

“Orang baik  adalah pelaku dari perbuatannya, pewaris dari perbuatannya, lahir dari perbuatannya, berhubungan dengan perbuatannya, dan memiliki perbuatannya sebagai hakim. Apa pun perbuatan yang ia lakukan, apakah baik atau buruk, perbuatan itulah yang akan diwarisinya”

” Bergegaslah berbuat kebajikan,dan kendalikan pikiran dari kejahatan ;pikiran yang lamban melakukan kebajikan, akan menyenangi kejahatan.”

Bila  ingin berbuat baik lakukanlah secepatnya, jika suka menunda-nunda pahalanya datang perlahan dan hanya sebagian. Juga, jika seseorang terlalu lambat dalam melakukan perbuatan baik, mungkin dia tidak akan sanggup untuk melakukannya secara keseluruhan, karena pikiran cenderung senang dengan melakukan perbuatan yang tidak baik.”

Ketika kita telah melakukan suatu kebajikan, kita merasa kebajikan tersebut telah cukup untuk mengkondisikan kita bahagia saat ini dan terlahir di alam yang berbahagia pada kehidupan berikutnya. Perlu disadari bahwa kejatuhan suatu makhluk karena ia selalu merasa dirinya baik dan merasa cukup akan kebajikan yang telah ia lakukan sehingga tidak giat dalam menanam kebajikan.

Berkeinginan terlahir di alam yang berbahagia harus kita imbangi dengan kebajikan yang kita tanam. Renungkanlah  apakah kebajikan yang kita lakukan telah cukup? Jangan terlena dengan kesenangan duniawi yang kita nikmati sekarang. Manfaatkanlah waktu kita sebaik mungkin dengan mempraktikkan Dhamma ajaran Sang Buddha. Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima,

Seseorang dikatakan Baik  bila ia memiliki ketajaman mata hati. Menjadi baik  itu penting, tapi merasa baik   itu tidak baik. Kebijaksanaan  akan membuat seseorang menjadi benar, bukan merasa benar.  Orang baik, tidak akan berpikiran bahwa ia adalah yang paling Baik . Sebaliknya orang yang merasa baik, di dalam pikirannya hanya dirinya yang paling baik. Orang baik bisa menyadari kesalahan dan kekurangannya serta mau memperbaikinya.

Sedangkan orang yang merasa baik , merasa tidak perlu untuk mengakui kesalahan dan kekurangannya.  Orang baik  setiap saat akan introspeksi diri dan bersikap rendah hati. Tetapi orang yang merasa baik , merasa tidak perlu introspeksi. Karena merasa sudah benar dan selalu mempunyai sikap tinggi hati. Orang baik  memiliki kelembutan hati  Ia dapat menerima masukan/kritikan dari siapa saja.

Orang yang merasa baik, hatinya keras. Ia sulit untuk menerima nasihat, masukan apalagi kritikan.

Orang baik akan selalu menjaga perkataan dan perilakunya, serta berucap penuh kehati-hatian . Orang yang merasa baik , berpikir, berkata, dan berbuat sekehendak hatinya tanpa mempertimbangkan dan mempedulikan perasaan orang lain.

Pada akhirnya orang baik  akan dihormati, dicintai dan disegani oleh hampir semua orang. Namun orang yang merasa baik  sendiri hanya akan disanjung oleh orang-orang yang berpikir sempit, yang sepemikiran dengannya, atau orang-orang yang sekadar ingin memanfaatkan dirinya.

Mari terus memperbaiki diri untuk bisa menjadi orang  baik, agar tidak selalu merasa benar. Bila kita sudah termasuk tipe “orang baik “, bertahanlah dan tetaplah “rendah hati”.

Dan mulai sekarang sebaiknya  SELALU MERASA MASIH KURANG BAIK ,SEHINGGA SELALU BERBUAT BAIK

upacarika oscar niora
Kiriman Artikel dari Upacarika Oscar Niora
 – Makasar

Incoming search terms:

  • berbuat baik tidak merasa baik
  • merasa berbuat baik
tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Related For SELALU  MERASA BAIK SEHINGGA  LUPA BERBUAT BAIK