Hiduplah dibawah Pelindung, bukan Hidup tanpa Pelindung

Selasa, Desember 5th 2017. | Artikel

Hiduplah dibawah Pelindung, bukan Hidup tanpa Pelindung
Oleh PMd. Roch Aksiadi, S.Ag., S.T.

Terpujilah Sang Bhagava yang Maha Suci yang telah mencapai Penerangan Sempurna

Dalam menjalani kehidupan ini, banyak orang yang merasa senang dan bahagia. Bergelimang kekayaan adalah kebahagiaan. Mendapat kedudukan yang tinggi dan terhormat merupakan kondisi yang sangat beruntung. Selalu dipuja oleh mereka yang mengagumi adalah bentuk kebahagiaan. Namun demikian, sebagian orang lagi merasa terbalik dari keadaan itu semua. Mereka merasa hidupnya miskin, tidak memiliki kedudukan yang layak dimata umum, sering mendapatkan penghinaan dari orang lain, ini semua merupakan penderitaan. Kehidupan seseorang memang tidak pernah ada yang sama. Mengapa demikian? Jika kita sebagai umat Buddha yang mengerti tentang Dhamma,  dapat menyimpulkan bahwa hal tersebut  bersumber dari Karma (perbutan) masa lampau yang telah dibuatnya. Pembuat kebajikan akan menerima kebahagiaan, dan sebaliknya pembuat kejahatan akan menerima berbagai macam penderitaan.
Dengan mengetahui Hukum KARMA yang Sangat Mulia itu kita sudah selayaknya termotivasi untuk selalu menebar kebajikan dimanapun kita berada, agar kita dapat meningkatkan kualitas diri kita dan berintegritas dalam menjalankan Buddha Dhamma dalam kehidupan sehari-hari. Hukum KARMA adalah PELINDUNG kita. Kehidupan akan berubah menjadi aman, tenteram, damai, dan bahagia hal itu disebahkan oleh Perbuatan Kita (KARMA). Dimanakah kita harus mencari PELINDUNG diri kita yang sesungguhnya?

Dalam Kitab Suci Tipitaka Anguttara Nikaya, Buku Kelompok 10 BAB2 :18, secara ringkasnya disebutkan bahwa ada 10 Kualitas yang berfungsi sebagai Pelindung yaitu:

  1. Menjalankan Sila dengan Sempurna, menjadi manusia harus memiliki moral yang baik. Menjaga sila dengan baik merupakan satu pelindung bagi diri, karena efek dari orang yang melaksanakan moralitas yang sempurna, seperti 5 sila untuk orang perumah tangga akan memberikan efek positif bagi diri kita dimanapun kita berada. Orang yang menjalankan sila hendaknya terus berlatih dengan kuat agar kualitas moralitas yang dimilikinya dapat terus meningkat dan akan mendatangkan kebahagiaan bagi yang melaksanakannya.
  2. Belajar Dhamma, belajar merupakan kebutuhan pokok orang yang ingin maju dalam berbagai hal dan akan menambah kebijaksanaan tumbuh dan berkembang. Hal yang kita pelajari tentunya harus sesuatu yang benar dan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain(Dhamma). Dhamma yang pernah kita pelajari harus terus diingat dan dikumpulkan dalam batin yang bersih. Kemajuan-kemajuan dalam pengetahuan Dhamma harus kita capai untuk menciptakan karya positif sesuai dengan kondisi dan situasi dimana manusia berada, bukan malah sebaliknya, kita merosot dalam Dhamma.
  3. Memiliki Sahabat-Sahabat Baik (Kalyana Mita), dengan memiliki sahabat yang baik kita dapat saling memberikan masukan kepada mereka, memohon bimbingan dari para senior dan menghormatinya, serta memberikan jiwa yang tulus, bersih dan penuh kasih sayang kepada mereka semua. Jika sahabat kita merasa bahagia dan senang dalam pikirannya, maka kondisi ini adalah suatu hal yang akan membawa kemajuan batin dengan cepat sehingga manusia dapat berkarya maju dan sukses.
  4. Siap dalam dikritik dan Sabar, sikap ini kadang sangat sulit kita lakukan. Siapa orangnya yang tidak sakit hati jika sering dikritik, jika mereka kalah dengan kritikan maka KESABARAN orang tersebut juga akan luntur dan terjadilah gesekan yang membuat manusia tidak nyaman. Namun jika kita sangat mudah dikritik, dan menerima dengan legowo, kemudian memperhatikannya kesalahan yang dibuatnya, maka dengan sendirinya manusia seperti ini akan memiliki KESABARAN yang tinggi dan hidupnya PASTI akan aman dan bahagia.
  5. Terampil dan Rajin, setiap orang yang memiliki keterampilan akan dapat memberikan sumbangsih positif bagi orang lain. Dengan keterampilannya mereka terus berupaya menggali kreatifitas untuk bermanfaat bagi yang lainnya. Namun jangan dilupakan juga dengan karakter RAJIN, hal ini akan sangat mendukung dengan faktor terampil. Jika kita rajin dalam berkarya, konsisten, tanpa lelah, terjadwal maka keterampilan yang kita miliki akan dapat memberikan dampak positif yang sangat luar biasa ditengah-tengah masyarakat. Terampil dan Rajin merupakan sepasang karakter yang tidak bisa terpisah, jika ingin maha karya hadir diantara kita.
  6. Menyukai Dhamma, Bahagia, dan Disiplin, setiap mendengar Dhamma, mereka sangat berbahagia bahkan ingin terus menggali dengan rasa senang dan bahagia. Melaksanakan Dhamma dengan penuh kasih sayang terhadap sesama, dengan batin yang bahagia dan kontinyu akan membawa manusia dalam kondisi yang sangat bahagia, tenang dan damai.
  7. Kuat dan Teguh dalam Usaha yang Benar, kegigihan dalam menciptakan pikiran positif, menjaga pikiran positif yang ada kemudian dikembangkan, melenyapkan pikiran yang menyedihkan, serta menahan tidak masuknya pikiran yang negatif dalam diri manusia. Keteguhan hati yang mengakar tidak akan mampu menggoyahkan niat baik seseorang dalam usaha benar.
  8. Puas dalam Duniawi, merupakan sikap batin yang sangat penting dipahami dan dilaksanakan oleh seseorang yang menginginkan pelindung yang baik bagi dirinya sendiri. Jika kita merasa puas dengan apa yang kita miliki, baik itu rumah, pakaian, pendidikan, makanan, dan lainnya, maka orang tersebuat terasa sangat paling bahagia. Mengapa demikian? Seorang yang memiliki batin seperti itu, tidak akan merasa iri , benci, dendam, dengan orang lain, yang ada justru pengembangn cinta kasih dan kasih sayang akan terus terjaga.
  9. Melatih dengan kuat Perhatian Benar , Kesadaran yang penuh dalam setiap aktifitas akan sangat mudah diterima oleh memori pikiran dan akan tersimpan lebih lama. Maka tidak heran orang yang memilik perhatian yang benar , maka dia akan pintar dalam mengingat. Orang ini akan dengan sangat kuat mengingat dan menuliskan kejadian yang ada dalam lingkungannya, karena pada saat mengalaminya mereka dalam kondisi sadar penuh.
  10. Memiliki Kebijaksanaan, setelah kita tahu bahwa tujuan akhir (visi) umat Buddha adalah pada lenyapnya penderitaan(Nibbana). Setelah kita mengarungi samudra kehidupan dengan berbagai macam fenomena dan keadaan yang kita alami, tentunya kebijaksanaan akan hadir dalam diri ini. Kebijaksanaan itu terus berkembang seiring jalannya waktu dengan mengarah dan mendekat pada NIBBANA.

Kesepuluh hal ini merupakan kebajikan yang harus kita tanam diladang yang subur dalam diri ini. Guru Agung kita Guru Buddha Gautama, telah memberikan hal ini kepada kita untuk dipraktekan dalam kehidupan nyata. Apabila 10 hal diterapkan dalam hidup maka kita sudah hidup dalam pelindung, dan hati serta pikiran akan terasa nyaman dan bahagia. Namun jika kita tidak melakukan kebaikan, justru menambahkan tindakan hina, maka sesungguhnya kita hidup tanpa PELINDUNG.

Setelah kita mengetahui hal ini dengan baik dan jelas, sudah tidak ada waktu lagi kita untuk menunda berbuat baik, segera lakukan, laksanakan, aplikasikan dan berkaryakah dalam kebajikan demi manfaat bagi makhluk lain. Hal itulah yang akan melindungi kita semua dari mara dan bahaya, sehingga kita merasa aman karena Pelindung telah hadir dan melekat kuat dalam diri kita.

Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia,
Semoga Kita Selalu Mencintai Semua Makhluk,
Semoga Kita Selalu dicintai oleh Semua Makhluk,
Semoga Kebahagiaan ada pada kita semua……

Sadhu…. Sadhu…. Sadhu….

 

Referensi : Buku Seri Tipitaka Anguttara Nikaya Jilid 5 – DhammaCitta Press

tags: , , , , , , , , , , , , , , , ,

Related For Hiduplah dibawah Pelindung, bukan Hidup tanpa Pelindung