Hampa dari Keyakinan

Sabtu, Desember 9th 2017. | Artikel

 

Suatu hari Buddha mengatakan pada para Bhikkhu :

(1) “Dan siapakah, para bhikkhu, orang yang jahat? Di sini,

– seseorang hampa dari keyakinan (terhadap Tiga Permata),
– tidak memiliki rasa malu ( untuk berbuat salah),
– dengan moralitas yang sembrono,
– kurang dalam pembelajaran,
– malas,
– berpikiran kacau, dan
– tidak bijaksana.

Ini disebut orang yang jahat.

(2) “Dan siapakah orang yang lebih rendah daripada orang yang jahat? Di sini, seseorang yang dirinya sendiri

– hampa dari keyakinan (terhadap Tiga Permata) dan mendorong orang lain agar hampa dari keyakinan (terhadap Tiga Permata);
– ia sendiri tidak memiliki rasa malu (dalam berbuat jahat) dan mendorong orang lain agar tidak memiliki rasa malu;
– ia sendiri memiliki moralitas yang sembrono dan mendorong orang lain agar memiliki moralitas yang sembrono;
– ia sendiri kurang dalam pembelajaran dan mendorong orang lain agar kurang dalam pembelajaran;
– ia sendiri malas dan mendorong orang lain agar menjadi malas;
– ia sendiri berpikiran kacau dan mendorong orang lain agar berpikiran kacau;
– ia sendiri tidak bijaksana dan mendorong orang lain agar menjadi tidak bijaksana.

Ini disebut orang yang lebih rendah daripada orang yang jahat.

(3) “Dan siapakah orang yang baik? Di sini, seseorang memiliki

– keyakinan (pada Tiga Permata),
– memiliki rasa malu dan rasa takut (untuk melakukan kejahatan),
– terpelajar dalam Dhamma,
– bersemangat,
– penuh perhatian, dan
– bijaksana.

Ini disebut orang yang baik.

(4) “Dan siapakah orang yang lebih tinggi daripada orang yang baik? Di sini, seseorang yang

– dirinya sendiri sempurna dalam keyakinan (pada Tiga Permata) dan mendorong orang lain agar sempurna dalam keyakinan (pada Tiga Permata);
– ia sendiri memiliki rasa malu (berbuat jahat) dan mendorong orang lain agar memiliki rasa malu (berbuat jahat);
– ia sendiri memiliki rasa takut (akibat perbuatan jahat) dan mendorong orang lain agar memiliki rasa takut (akibat perbuatan jahat);
– ia sendiri terpelajar dan mendorong orang lain dalam pembelajaran Dhamma,
– ia sendiri bersemangat dan mendorong orang lain agar membangkitkan semangat,
– ia sendiri penuh perhatian dan mendorong orang lain agar menegakkan perhatian;
– ia sendiri bijaksana dan mendorong orang lain agar sempurna dalam kebijaksanaan.

Ini disebut orang yang lebih tinggi daripada orang yang baik.”

Anda mau yang mana? 😊

Sabba Danam Dhammadanam Jinati:

Dari segala macam pemberian, pemberian melalui Dhamma adalah yang tertinggi mengungguli semua pemberian lainnya

Mereka yang mengajarkan jalan ke surga dan Nibbana
Suatu hari nanti akan mencapainya

__________
Semoga anda mencapai kebahagiaan Nibbana
Forwad BroadCast Dhamma ini kesemua teman Buddhist anda melalui FB, Wa, etc
Karena persembahan Dhamma adalah persembahan tertinggi.
Persembahan Dhamma akan berbuah kebijaksanaan bagi pemberi dan penerima

Bagi yang ingin mendapat Broadcast Dhamma
Ketik dan kirim nama anda ke whatsapp +6287883394674
Saya : Bhikkhu Assaji

tags: , , , , ,

Related For Hampa dari Keyakinan