EKOR ULAR – ven. Ajahn Chah. Suara alam. 108 kiasan pencerahan

Sabtu, Juli 15th 2017. | Artikel


Kita manusia tdk menginginkan duka. Kita hanya menginginkan suka. Namun sesungguhnya, suka tak lain hanyalah duka yg halus. Rasa sakit adalah duka yg terang -terangan. Untuk menjelaskannya dgn sederhana, duka dan suka itu seperti ular. Kepalanya adalah duka, ekornya adalah suka. Kepalanya mengandung bisa. Mulutnya mengandung racun. Jika anda mendekat ke kepalanya, ular akan menggigit anda. Jika anda menangkap ekornya, itu tampaknya aman, tapi jika anda memegangi ekornya tanpa melepas, ularnya bisa berbalik dan menggigit anda juga. Itu karena kepala ular dan ekor ular adalah ular yg sama.
Baik kebahagiaan maupun kesedihan berasal dari orang tua yg sama: nafsu dan hayalan.

Itulah sebabnya ada saat-saat ketika anda bahagia tapi masih saja resah dan gelisah,bahkan ketika anda mendapat hal-hal yg anda sukai, seperti perolehan materi, status, dan sanjungan. Ketika anda meraih hal-hal ini, anda bahagia, tapi batin anda tdk benar-benar damai karena masih ada kecurigaan yg menyelinap bahwa anda akan kehilangan mereka. Anda takut mereka akan lenyap. Rasa takut inilah penyebab anda tdk merasa tenang. Kadang, anda benar-benar kehilangan hal yg anda sukai dan kemudian anda benar-benar menderita. Ini berarti bahwa meskipun hal-hal ini menyenangkan, duka terpendam dalam kenikmatan. Kita semata-mata tak menyadarinya. Sama seperti ketika kita menangkap seekor ular.: sekalipun kita memegang ekornya, jika kita terus memeganginya tanpa melepasnya, ular itu bisa berbalik dan menggigit kita.
Jadi kepala ular dan ekor ular, kejahatan dan kebaikan, keduanya membentuk lingkaran yg terus berputar. Itulah sebabnya kenikmatan dan derita, baik dan buruk, bukanlah jalannya.

Sumber :
Sdr. Hendry Yanto – Group WhatsApp Dhamma Inspiration

tags: , , , , , , ,

Related For EKOR ULAR – ven. Ajahn Chah. Suara alam. 108 kiasan pencerahan