Apa manfaatnya menjalankan 8 Sila ??

Sabtu, Desember 9th 2017. | Artikel

Mari bertekad melaksanakan 8 sila dan bertekad mencapai Nibbana. Terbebas dari semua kotoran batin.

1) Aku bertekad akan melatih diri menghindari pembunuhan makhluk hidup.

2) Aku bertekad akan melatih diri menghindari pengambilan barang yang tidak diberikan.

3) Aku bertekad akan melatih diri menghindari perbuatan tidak suci.

4) Aku bertekad akan melatih diri menghindari ucapan yang tidak benar.

5) Aku bertekad akan melatih diri menghindari segala minuman keras yang dapat menyebabkan lemahnya kesadaran.

6) Aku bertekad akan melatih diri menghindari makan makanan setelah tengah hari.

7) Aku bertekad akan melatih diri untuk tidak menari, menyanyi, bermain musik, pergi melihat tontonan-tontonan; menghindari memakai bungabungaan, wangi-wangian dan alat-alat kosmetik untuk tujuan menghias dan mempercantik diri.

8) Aku bertekad akan melatih diri menghindari penggunaan tempat tidur dan tempat duduk yang tinggi dan mewah.

Apa saja manfaat yang bisa didapatkan dari seseorang yang menjalankan Uposatha-Sila:

1. Seseorang yang menjalankan Uposatha-Sila akan mendapatkan kemakmuran dan kekuatan yang besar.

2. Bahkan seorang penguasa dunia selanjutnya hanya akan menjadi penguasa dunia apabila ia menjalankan Uposatha-Sila.

3. Seseorang akan mendapatkan manfaat yang berkala seperti menikmati kemakmuran dan kemewahan yang besar di alam dewata dan manusia selama perjalanannya dalam samsara hingga ia mencapai Nibbana, terbebas dari tumimbal lahir.

4. Dalam kehidupannya yang sekarang, ia akan terlihat tidak bersalah, berbudi, dan baik, dan juga ia akan mendapatkan rasa kagum dan cinta-kasih dari banyak pihak seperti makhluk-makhluk dewata, manusia dan juga makhluk-makhluk lainnya

Dan para dewa-dewi seperti: Uttara, Sonadinna, dan Uposatha yang mendapatkan kebahagiaan surgawi yang besar dikarenakan di masa lalu menjalankan Uposatha-Sila

Suatu masa, ketika Baranasi diperintah oleh Brahmadatta, Bodhisatta kita terlahir sebagai seorang yang miskin bernama Gaṅgamala.

Ia bekerja untuk seseorang yang kaya bernama Suciparivara. Orang kaya tersebut dengan istrinya, serta semua pekerjanya menjalankan Uposatha-Sila enam kali selama sebulan.

Pada suatu hari, Bodhisatta kita pergi bekerja pagi-pagi sekali tanpa mengetahui bahwa itu adalah hari Uposatha.

Ketika ia kembali setelah matahari terbenam, dia menemukan semua pekerja dan majikannya ternyata menjalankan hari Uposatha.

Jadi ia meminta izin dari orang kaya tersebut untuk menjalankan Uposatha-Sila selama sisa hari tersebut.

Pada malam harinya ia menderita sakit perut akibat banyaknya gas di dalam lambung dikarenakan ia bekerja terlalu keras dan tidak memakan apapun sepanjang hari.

Meskipun orang kaya tersebut menyuruhnya untuk makan, dia menolak untuk melakukannya. Pada esok subuh hari berikutnya penyakitnya menjadi parah dan ia pun pingsan.

Pada pagi hari tersebut raja Brahmadatta pergi berkeliling kota dengan kemegahan yang sangat besar. Setelah melihat kemegahan dan kemewahan yang besar dari pawai kerajaan tersebut, Bodhisatta kita berpikir untuk menjadi raja dan kemudian ia meninggal dunia.

Seketika itu juga ia terlahir dalam kandungan ratu sebagai hasil dari menjalankan Uposatha-Sila untuk setengah hari saja.

Ketika ia terlahir, ia diberi nama Udayakumara. Ketika ia beranjak dewasa, ia menjadi raja Baranasi.

Lagi, pada sebuah kota kuno bernama Saketa, terdapat seorang umat wanita bernama Uposatha.

Dia diberkahi dengan keyakinan dan moralitas. Ia menyokong Saṅgha dengan empat macam kebutuhan. Dia selalu menjalankan delapan sila pada hari Uposatha.

Dia secara berkala mendengarkan ceramah dari Buddha dan juga siswa Buddha. Dia melatih meditasi dan segera ia menjadi seorang Sotapanna (pemenang arus).

Ia pernah mendengar tentang ceramah akan taman Nandavana di surga Tavatimsa yang sangat menyenangkan dan indah.

Jadi ia bertekad untuk mencapai tempat tersebut. Ketika ia meninggal ia terlahir menjadi gadis dewata dengan nama Uposatha di taman Nandavana.

Ini dikarenakan seseorang yang bermoral memiliki tujuan yang baik. Bersama dengan kehendak baiknya yang kuat, akan tercapai cita-cita atau hasratnya seperti yang ia pikirkan.

Seperti yang dijelaskan dalam Angutara-Nikaya 8:41, IV 248-51, Buddha mengatakan:

Para Bhikkhu, saat pelaksanaan Uposatha adalah Sempurna dalam kedelapan faktor ini, sungguh, akan membawa hasil dan manfaat, berkilau dan semerbak.

Dan sejauh apakah, pelaksanaan tersebut, sungguh, akan membawa hasil dan manfaat, berkilau dan semerbak?

Para Bhikkhu, andai seseorang, hendak menduduki, menguasai, enam belas negeri besar, di mana ketujuh harta berharga melimpah, yaitu:

Anga, Magadha, Kasi, Kosala, kaum Vajji, kaum Malla, kaum Ceti, Vamsa, kaum Kuru, kaum Pañcala, Maccha, Surasena, Assaka, Avanti, Gandhara, dan Kamboja,

Ini, belumlah sebanding, bahkan seper dua ratus lima puluh enam, dari pelaksanaan Uposatha yang Sempurna, dalam kedelapan
faktor tersebut.

Mengapakah demikian?
Karena, kerajaan manusia, adalah rendah, jika dibandingkan dengan, kebahagiaan surgawi.”

Mari jalankan 8 sila demi kebahagiaan dalam waktu yang lama. Dan mengajak sebanyak mungkin orang melakukan 8 sila.

Sabba Danam Dhammadanam Jinati:

Dari segala macam pemberian, pemberian melalui Dhamma adalah yang tertinggi mengungguli semua pemberian lainnya

Mereka yang mengajarkan jalan ke surga dan Nibbana
Suatu hari nanti akan mencapainya

__________
Semoga anda mencapai kebahagiaan Nibbana
Forwad BroadCast Dhamma ini kesemua teman Buddhist anda melalui FB, Wa, etc
Karena persembahan Dhamma adalah persembahan tertinggi.
Persembahan Dhamma akan berbuah kebijaksanaan bagi pemberi dan penerima

Bagi yang ingin mendapat Broadcast Dhamma
Ketik dan kirim nama anda ke whatsapp +6287883394674
Saya : Bhikkhu Assaji

 

Sumber :  Bhikkhu Assaji
Sumber gambar :  http://tranquilina99.blogspot.co.id/2016/06/uposatha.html

 

Incoming search terms:

  • 8 sila
  • 8 sila buddhis
  • hari uposatha manfaat
tags: , , , , , ,

Related For Apa manfaatnya menjalankan 8 Sila ??