Adhitthana (Tekad) Oleh Ven YM. Bhante Sri. Pannavaro Mahathera.

Rabu, Januari 3rd 2018. | Artikel

Amat jarang , bahkan tidak pernah, seminar Buddhis yang mengangkat tema Adhittana. Adhittana artinya tekad. Tekad yang diperlukan sebagai landasan untuk berhasil. Adhittana atau tekad ini juga salah satu dari sepuluh paramita yang harus disempurnakan oleh seseorang yang mempunyai cita-cita untuk mencapai Kebuddhaan.

Tekad sebetulnya adalah keputusan awal. Karena apabila seseorang sudah bertekad maka dia sudah menghancurkan keragu-raguan. Jika seseorang masih ragu-ragu artinya dia belum bertekad. Pada saat dia mengambil keputusan dengan tegas, dengan jelas, kemudian keputusannya itu dipegang, pada saat itulah dia mulai bertekad. Tekad itu membuang semua keragu-raguan.

Akan tetapi tekad saja tidaklah cukup. Hanya berbekal dengan tekad, hanya dengan keputusan yang kuat, tidak ada sesuatu yang bisa kita capai. Tidak ada kemajuan yang bisa kita raih, apabila tekad itu tidak diikuti oleh viriya. Saya menerjemahkan viriya itu sebagai keuletan dan semangat. Tekad harus diikuti oleh khanti. Saya menerjemahkan khanti itu sebagai kesabaran dan ketekunan.

Kalau saudara sudah mengambil keputusan dengan jelas, dan keputusan itu sudah menjadi tekad tetapi, tidak ada semangat, tidak ada ketekunan, maka tekad hanya akan menjadi impian. Tekad itu harus diikuti dengan semangat dan keuletan. Tekad itu juga harus dijaga dengan kesabaran dan ketekunan.

Lalu apa gunanya kita mempunyai tekad yang kemudian diikuti dengan keuletan, dengan semangat yang dijaga dengan kesabaran dan ketekunan?

Gunanya untuk mencapai sukses.

Apabila kita tidak menyalakan api, tidak mungkin api itu akan muncul sendiri begitu saja. Api itu mungkin kecil, tetapi api kecil itu akan membakar.

Jika dengan perumpamaan lain, tekad itu seperti saat Anda mengendarai motor atau mobil. Tekad itu seperti starter ‘pematik’. Meskipun mobil Anda baru, bagus, akan tetapi, jika Anda tidak memulai menyalakannya, mobil itu tidak mungkin akan jalan sendiri.

Tekad itu seperti switch on. Apabila Anda melihat saklar listrik, Dan agar listrik bisa digunakan tidak hanya dengan switch on saja, melainkan harus ada yang lain-lain. Ada bohlam lampu, ada lemari es, ada TV, ada perangkat listrik lainnya, dan sebagainya.

Semuanya, penggunaan perangkat ini, dimulai dengan switch on. Saat Anda lupa switch on, betapun sempurna perangkatnya, tetap tidak bisa akan bisa digunakan. Sebaliknya, jika hanya switch on, tidak ada pernagkat lainnya maka Anda juga tidak mendapatkan apa-apa.

Itulah arti secara singkat tentang ‘Adhittana’

 

Sumber : https://web.facebook.com/TS2C2/

 

tags: , ,

Related For Adhitthana (Tekad) Oleh Ven YM. Bhante Sri. Pannavaro Mahathera.